Assalamualaikum... Selamat Datang di ikadi karawang

MARI TERUS TINGKATKAN INTERAKSI DENGAN AL QURAN BERSAMA JEJARING RUMAH QURAN IKADI ( JEMARI )


Di awal tahun baru Islam 1448  H ini ada hal yang harus benar benar kita renungkan secara mendalam yaitu beberapa hadits nabi yang menjelaskan begitu banyak kelompok yang rajin membaca Al-Qur'an tetapi tidak memahami dan mengamalkan kandungannya.

 

Hadis Pertama

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ

"Mereka membaca Al-Qur'an, tetapi bacaan itu tidak melewati tenggorokan mereka." (HR. Al-Bukhari No. 6930, Muslim No. 1064)

Dalam riwayat lengkapnya Rasulullah ﷺ sedang menjelaskan tentang munculnya suatu kaum yang rajin beribadah, rajin membaca Al-Qur'an, tetapi pemahaman dan pengamalannya menyimpang.

 

Hadis Kedua

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ، سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ، يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ

"Akan muncul pada akhir zaman suatu kaum yang masih muda usianya, dangkal pemikirannya. Mereka membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati tenggorokan mereka." (HR. Al-Bukhari No. 5057, Muslim No. 1066)

 

Penjelasan Para Ulama

Imam An-Nawawi

Beliau menjelaskan:

"Makna 'tidak melewati tenggorokan mereka' adalah tidak sampai kepada hati mereka, sehingga mereka tidak memahami, tidak mengambil manfaat, dan tidak mengamalkan petunjuk Al-Qur'an." (Syarh Shahih Muslim, Juz 7)

Ibnu Hajar Al-Asqalani

Beliau menjelaskan:

"Yang dimaksud bukan sekadar membaca dengan lisan, tetapi bacaan tersebut tidak memberikan pengaruh kepada hati dan perilaku mereka." (Fathul Bari, Juz 12)

Relevansi untuk Dakwah Hari Ini

Hadis ini bukan hanya berbicara tentang Khawarij pada masa lalu, tetapi menjadi peringatan bagi seluruh umat Islam sepanjang zaman.

Karena itu tantangan umat hari ini bukan sekadar:

         Banyak orang bisa membaca Al-Qur'an.

         Banyak orang menghafal Al-Qur'an.

         Banyak orang mengikuti kajian Al-Qur'an.

Tetapi yang lebih penting:

         Apakah Al-Qur'an sudah masuk ke hati?

         Apakah Al-Qur'an mengubah cara berpikir?

         Apakah Al-Qur'an membentuk akhlak?

         Apakah Al-Qur'an menggerakkan amal saleh?

Sebagaimana dikatakan oleh Hasan Al-Bashri رحمه الله:

نَزَلَ الْقُرْآنُ لِيُعْمَلَ بِهِ فَاتَّخَذَ النَّاسُ تِلَاوَتَهُ عَمَلًا

"Al-Qur'an diturunkan untuk diamalkan, namun banyak manusia menjadikan sekadar membacanya sebagai tujuan akhir."

(Diriwayatkan oleh Al-Ajurri dalam Akhlaq Hamalatil Qur'an)

Kalimat ini sangat kuat untuk dijadikan pembuka materi dakwah:

"Tantangan umat Islam hari ini bukan hanya buta huruf Al-Qur'an, tetapi juga buta terhadap pesan Al-Qur'an. Sebab Rasulullah ﷺ telah mengingatkan akan datang suatu masa ketika banyak orang membaca Al-Qur'an, namun bacaan itu tidak melewati kerongkongan mereka; tidak sampai ke hati, tidak mengubah akhlak, dan tidak melahirkan peradaban."

Selamat Tahun Baru Islam 1448 H