Karawang — Sebanyak 48 guru Rumah Qur’an yang tergabung dalam Jejaring Mitra RQ IKADI “Jemari” resmi diwisuda dalam acara Wisuda Pendidikan Guru Al-Qur’an yang digelar di Hotel Brits Karawang, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PW Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jawa Barat, Dr. KH. Arif Romdhani, Lc., MH; Ketua IKADI Kabupaten Karawang, Dr. KH. Uus Mauludin, MA; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, Dr. KH. Tajudin Nur, M.Pd; serta Kepala Seksi Pendidikan Diniyyah dan Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Karawang, H. Dadang Hamdi, S.Ag., M.Si.
Dalam sambutannya, Ketua IKADI Kabupaten Karawang menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni wisuda, melainkan bagian dari gerakan besar membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi kerja keras Bidang Pendidikan dan Dakwah IKADI Kabupaten Karawang yang konsisten melakukan pembinaan guru-guru Al-Qur’an.
Program Pendidikan Guru Al-Qur’an ini diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan dan Dakwah IKADI Kabupaten Karawang yang dipimpin oleh Abah Rusy. Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk mengukuhkan tiga pilar utama gerakan dakwah Al-Qur’an.
Pertama, Legalitas, yakni IKADI memberikan payung hukum dan penguatan kelembagaan bagi aktivitas pembelajaran Al-Qur’an, sehingga para guru dan lembaga memiliki legitimasi yang jelas dalam menjalankan misi dakwahnya.
Kedua, Kualitas, yaitu upaya peningkatan kompetensi para guru Al-Qur’an serta pembenahan manajemen lembaga agar lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.
Ketiga, Viralitas, yakni mendorong gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an agar semakin membumi dan meluas di tengah masyarakat. Gerakan ini diharapkan memastikan setiap anggota keluarga dan lingkungan sekitar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Melalui program ini, IKADI Karawang menegaskan komitmennya untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam dakwah Qur’ani, sebagai upaya nyata memberantas buta huruf Al-Qur’an di Karawang khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
Momentum wisuda ini juga mengingatkan pada sabda Rasulullah SAW, “Khairukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu” — sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. Dengan bertambahnya 48 guru yang diwisuda, diharapkan semakin luas jangkauan pembinaan dan semakin kuat gerakan membumikan Al-Qur’an di tengah umat.


Cari Blog Ini